Kisah Pilu Remaja Tak Sengaja Bertemu Ayahnya Saat Karyawisata ke Penjara

Jakarta – Kisah pilu seorang anak bertemu ayahnya di penjara kini tengah menjadi perbincangan hangat masyarakat Thailand. Reuni yang memilukan itu terjadi ketika sang anak sedang melakukan karyawisata dari sekolah, ke sebuah penjara di provinsi Rayong, Thailand.Insiden sedih dan mengharukan ayah dan anak itu, menjadi viral setelah akun Arom Khunmoung menunggahnya di Facebook disertai dengan sejumlah foto.Pertemuan mereka terjadi ketika sang anak tengan mengunjungi fasilitas asrama penjara. Selama tur berlangsung, ada seorang anak laki-laki berdiri dan memperhatikan satu orang tahanan.Sambil menatap tahanan itu, air mata bocah itu juga berkucuran. Anehnya, tahanan yang dilihat sang anak juga ikut balik menatap dan ikut menangis.

Suasana haru di asrama penjara

Melihat hal itu, Arom kemudian bertanya apa yang terjadi. Yang terjadi kemudian, semua orang justru ikut bersedih melihat apa yang dilakukan ayah dan anak itu.”Guru, itu ayah saya,” jawab bocah itu. Arom kemudian terkejut dan bertanya kepada sang anak apakah ia ingin berbicara dengan ayahnya.Saat menjawab setuju, sang anak kemudian mendekati sipir untuk meminta izin.”Mereka berlari kepelukan satu sama lain sambil menangis. Sang ayah terus mencium putranya sambil berkata, ‘Aku menyesal, aku merindukanmu, ketika saya meninggalkan tempat ini, saya akan menjadi orang yang baik’,” kata ayahnya, dikutip dari Nextshark.Sang ayah yang tak lama bertemu putranya sempat bertanya apakah ia merasa malu dengannya. Jawabannya justru mengejutkan dan membuat semua orang sedih.”Tidak, aku sama sekali tidak malu,” tutur sang anak, sampai kemudian ia berlutut dan bersujud di depan kaki ayahnya.Tidak butuh lama, foto kebersamaan Arom dan ayahnya yang diunggah pada Senin (3/9/2018) beredar hingga viral di jejaring sosial. Selain sukses bikin banjir air mata dari netizen, unggahan itu juga telah dibagikan lebih dari empat ribu kali.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*