Salah Pilih Mangsa Seorang Perampok ini Babak Belur

Kejahatan di jalan memang sangat marak terjadi, kejadian ini tidak hanya terjadi di Indonesia saja, namun juga di berbagai belahan dunia. Berbagai kejadian kejahatan di jalan di antaranya adalah copet, begal, perampokan. Baru-baru ini terdapat seorang pri yang tengah melakukan aksi perampokan terhadap seorang wanita di Brasil. Namun berniat untuk merampok seorang wanita, pria ini justru babak belur di hajar sang korban. Dirinya tidak tahu  bahwa wanita yang di rampoknya adalah seorang petarung UFC.

Wanita yang di sebut adalah Polyana Viana, Seorang petarung kelas berat UFC asal Brasil. Viana yang tengah menunggu taksi online yang di pinggir jalan Rio de Janiero, Brasil.

Viana (27 tahun) bercerita kronologi kejadian kepada MMA Junkie. Sedari awak, dengan gerak-gerik sang perampok yang mencurigakan.

“Dia duduk di sebelahku, saat dia melihatku, aku melihatnya balik. Dia lalu bertanya jam berapa kepadaku, aku menjawabnya, tapi dia tidak kunjung pergi. Jadi aku memindahkan ponselku ke pinggang. Lalu tiba-tiba dia meminta ponselku secara paksa. Pria tersebut mengaku kalau dirinya memilki senjata, dia pun menggenggam senjata tersebut, tapi aku tahu itu bukan,” ungkap Viana seperti dikutip abc.net.au, Selasa (8/1).

Namun memang benar senjata yang di maksud oleh pria itu adalah senjata palsu yakni sebuah kardus.

“Dia berada sangat dekat dengan saya. Jadi di dalam pikiran saya ‘jika itu pistol, dia tidak memiliki waktu untuk menarik pelatuknya.’ Jadi saya pun langsung berdiri dan melakukan dua pukulan dan sebuah tendangan.” Ucapnya.

“Dia pun terjatuh dan saya langsung menangkapnya dan menjatuhkannya di tempat yang sama seperti sebelumnya. Kemudian saya pun langsung berkata kepada nya ‘sekarang kita tunggu polisi’. Saya dalam keadaan baik-baik saja, karena dia belum sempat beraksi. Sejak dia menerima pukulan sangat cepat, saya merasa dia pasti kaget dan takut,” lanjutnya.

Viana pun menjelaskan setelah di hajar sampai babak belur, si perampok itu sempat melakukan pembelaan, tapi kemudia dia berdiri dan meminta memanggilkan polisi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*