Kisah Inspiratif Perjuangan Ibu dan Bayi Kembar Lahir Prematur

BAGI beberapa pasangan suami istri memiliki anak kembar menjadi sebuah impian tersendiri. Anak kembar memang seringkali tampak lebih menggemaskan dan kerap menyita perhatian publik ketika sedang berada di tempat umum.Namun, di balik menggemaskannya, ternyata ada perjuangan antara ibu dan bayi, yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Salah satu yang mengalaminya ialah Jennifer Sinconis.Ia dan suaminya sangat terkejut dan bahagia teramat ketika mengetahui akan memiliki anak kembar, apalagi kembar identik. Melansir dari laman resmi Seattle Children’s, Jumat (22/12/2017), kehamilan yang dialami Jannifer cukup mudah dan lancar, ia juga masih muda dan sehat. Jadi, Jennifer dan suaminya benar-benar bahagia dan sama sekali tidak memiliki masalah besar.Menginjak kehamilan 24 minggu, akhirnya Jennifer dilarikan ke UGD rumah sakit karena plasentanya terlepas. Jennifer juga mengalami pendarahan dan bayi kembarnya diperkirakan akan segera lahir. Meskipun dokter telah berupaya agar anak-anaknya tidak segera lahir, namun akhirnya bayi kembar Jennifer memaksa untuk lahir lebih awal alias prematur, dan artinya ini pertanda buruk.B

Masih dari sumber yang sama, bayi-bayi kembar Jennifer terpaksa lahir dalam berat yang masih 1 pound 14 ons untuk Aidan, dan Ethan beratnya sedikit lebih ringan yaitu hanya 1 pound 6 ons, yang artinya kedua anak kembar Jennifer memiliki berat tidak lebih dari 0,45 kilogram. Berat yang cukup ringan dan tidak normal ini tentunya harus mendapatkan perawatan dan penanganan yang khusus, Jennifer sebagai ibu juga sangat lemah keadaannya.

(Foto: Seattlechildrens)Selain berat badan ringan, kedua bayi kembar Jennifer juga lahir tidak bernapas. Para dokter bisa menyadarkan Aidan dengan cukup cepat, tapi tidak dengan kembarannya yang memiliki berat badan lebih ringan, yaitu Ethan, karena untuk membuat Ethan bernapas membutuhkan waktu sekira lima menit. Tenggorokannya sangat kecil sehingga si jagoan kembar Jennifer jadi sulit bernapas dan sulit gunakan tabung ventilator.”Duniaku terasa hancur, aku tidak dapat bergerak setelah masuk ruang darurat dan sudah lebih dari 24 jam ku habiskan tanpa diizinkan untuk melihat bayi-bayi kembar ku. Aku ingat wajah panik ibuku malam itu, tapi ia yakin aku bisa melewati masa sulit ini dan masih berkesempatan untuk melihat bayi kembarku hidup-hidup,” ucap Jennifer.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*